35MM FILM PRE WEDDING CONCEPT

Lil’ story about our wedding preparation.

Foto pre wedding bagi calon pengantin sekarang udah jadi check list yang juga mesti dipikirkan secara matang. Salah satunya buat aku. Bosen gak sih, kalo foto pra nikah di hutan terus. Kebanyakan dari mereka memanfaatkan pemandangan hutan pinus, atau nuansa nuansa alam lainnya. Memang outputnya bagus, tapi untuk aku selain kita harus bayar tempat (kalo harus bayar) rawan hujan, susah ganti baju, selain itu juga risky banget, secara biaya mungkin relatif yah. Tergantung vendor yang kita pake juga sih.

Saat ini sedang trend, foto di studio. Selain biayanya relatif lebih murah karena kita hanya sewa studio dan jasa foto, lalu hasilnya lebih sleek seperti majalah-majalan jaman sekarang. Ya, sebut aja Kinfolk. Pastinya minim resiko, ganti baju atau touch up juga lebih gampang, bisa selese cepet, udah gitu gak perlu banyak orang terlibat.

Tadinya sih, aku juga kepikiran untuk “Yaudah yang, kita studioan aja lah. Murah, udah gitu tinggal minta tolong temen kita sendiri aja sama sewa studio.”

Tapi, fenomena yang lebih mencuri perhatian aku adalah kembalinya film cuci cetak jaman kita-kita kecil itu loh. Kalo kalian yang mainan tustelnya emak bapaknya pasti tau kan #35mm? Kayanya lebih menantang. Konsepnya sih sederhana. Karena kita cuman pake wardrobe daily outfit dengan konsep lookbook. Disini yang mau aku dan si pacar explore adalah NO RETOUCH, NO FILTER, AND NO PREVIEW of course hahaha. Murni hasil dari film yang digunakan.

Deg-degan gak tuh? Iyalah, gimana kalo hasilnya kebakar, gambarnya out of focus, over exposure?

Justru itu!

Menantang kan? Seru lagi! Jadi gak perlu mikirin tempat, atau baju. Kita cuma kepikiran hasil warnanya kaya gimana, senatural itu pake pake kamera analog dan roll film.

000002
Ini salah satu dari unperfect resultnya, tapi entahlah untuk kami ini justru seninya hahaha
NgFog tapi tetep kece, tho!

AND THIS IS IT!

02790026027900300279003302790015

000009000006000025000026000017

This photo taken by @kokangcekrek & @popyariah

Using analog camera : Minolta XE1, Dynax800si, Canon FTb QL 50/1.4

Film : Kodak Potra400, ProImage 100 expired 2008, Kodak Ektar 100

Location : Jl. Banceuy, Bandung | Jl. Pecinan, Bandung | Sejiwa Coffee Jl. Progo, Bandung

If you guys interesting by this happening legendary stuff yet kool and satified, go page @kokangcekrek’s & @popyariah’s instagram yaa. They will brings you back where the vision came from.

I open sharing session on this post! :*

 

xoxo,

karin

4 Comments

  1. Ifa musyrifah

    October 1, 2017 at 5:40 am

    Kecee ih kak kariiin baguuus nih asyik konsepnya~~~

    1. karinakamil

      October 2, 2017 at 9:15 am

      makaciii ifaaaa :*

  2. Vaya

    October 4, 2017 at 3:08 am

    Baguuuccc teteh oyin my favorito teteh. Keep it real ditunggu foto lutjuu nikahan dan hanimunnya ehh waqaqa😚😚😚😚😚😚😚

    1. karinakamil

      October 4, 2017 at 5:03 am

      maaciii beb, doain yaaaah :*
      wkwk honeymoonya off the record dooongs

Leave a Reply

Scroll Up