IMUNISASI DI RS: SEMESTA DEMAM PERTAMA

Hari itu tanggal 27 Oktober 2018, jadwal kontrol Sega ke RS Bunda Aliyah Pondok Bambu di usia 2 bulan untuk imunisasi.

Throwback ke kontrol bulan pertama dan imunisasi suntik pertama, Sega pinter banget. Aku liat ekpresi dia waktu di suntik BCG untuk pertama kali. Cuma teriak pas di suntik, abis itu dia anteng lagi dan langsung disusuin biar gak shock lama-lama. Oh iya by the way, Sega imunisasi BCG enggak di tangan moms tapi di paha. Setelah kemarin aku tanya kenapa, tenyata ada yang bisa jadi jendolan gitu deh sampe ke daerah ketiak. Aku lupa namanya apa. Pokoknya bu DSAnya Sega dr. Yuliastuti kasih solusi, daripada hal itu terjadi mendingan dipaha aja.

Imunisasi kedua ini vaksin DPT. Tanya-tanya sedikit soal vaksin ini katanya bisa bikin demam. ketika akan melakukan tindakan, DSA tanya aku dan suami. Ada 2 pilihan ternyata moms, mau yang biasa harganya lebih murah tapi side effectnya bikin baby rewel karena demam atau yang(katanya) import gak pake demam dengan harga yang lebih mahal tapi fungsinya sama aja. Vaksin ini juga dilakukan sebanyak 3 kali, 2 kalinya pengulangan.

Bersyukur dapet DSA yang jelasin kalo ada pilihan, karena jadi dapet pengetahuan dan ngira-ngira budget untuk kontrol berikutnya. Akhirnya kami pilih yang lebih murah, dengan asumsi pengen tau reaksi di Sega gimana. Setelahnya mungkin kita akan ambil yang import, berhubung juga kartu asuransi dari kantor bapaknya belum turun. Jadikan lumayan buk-ibuk! Hehehe

Di vaksin ini aku gak berani liat Sega pas di suntik. Aku minta tolong bapaknya buat pegangin biar dia lebih chill karena biar dia tahu kalau kita selalu akan menemani dia dalam suka dan duka #cailah. Ternyata reaksinya sama. Sega pinter banget! Cuma teriak sebentar abis itu nangisnya gak jadi. Setelah keluar ruangan dokter, seperti biasa aku susuin. Langsung cuss memenuhi ke BMan(banyak mau) ibu ke Brightspot Market, mau looking around sekalian liat pasar milennials zaman sekarang gimana dan behaviournya. Sedikit sneak peek, cita-citanya mau buat sebuah usaha bareng suami yang masih rahasia karena masih banyak banget persiapannya.

Padahal dihari yang sama ada event Mothers and Baby Fair, tapi ku ibu-ibu indie. Mon maap…

Selama perjalanan RS ke Pacific Place(PP) Sega tidur dipelukan aku, tapi mulai meringis-ringin kalau bekas suntikannya ke goncang atau gak sengaja ke pegang. Udah mikir mau puter arah pulang, tapi ternyata dia anteng. Sampe sana pun digendong geos, dan he feels the vibe super tenang.

Ngerengek laper, aku ke nursery room. Suatu hal yang menyadari diri ini seorang ibu ketika jalan ke mall dan mampir ke ruangan ini. Oh, gini ya isinya nursery room. Selama ini cuma lewat-lewat doang. Di PP nursery room menurutku cukup nyaman, karena aku belum pernah ke nursery room mall lain sih ini pertama kali. Yang pasti bersih dan ada sekat menyusui dengan gordin. Jadi ibu dan bayi punya privacy.

Sampai di rumah mungkin efek vaksinnya udah berasa. Panas udah mulai tinggi. Aku pakein stiker kompres dan baju tipis-tipis biar si mas bayik enak. Disinilah pertama kali aku menghadapi Sega yang rewel gak berenti, maunya nemplok di gendong terus. Nangis kesakitan, sementara kita gak bisa bantu apa-apa cuma bisa elus-elus dan kasih afirmasi kalo antibodinya kuat melawan ini. Gak tega banget liat dia nangis gitu. Ini juga pertama kali aku begadang yang bisa dibilang bener-bener stay tune 24 jam dideket Sega terus gak bisa kemana-mana. Tag team sama suami buat gantian makan mandi dll, nempel terus.

Pertama kali Semestaku demam tinggi.

Akhirnya Sega bisa tidur di 3:30 am.

Panasnya mulai turun, pahanya udah gak begitu sakit. Tidur udah mulai enak, bangun sampe jam 10 pagi aku mandiin. Masih sumeng-sumeng tapi lumayan agak tenang. Walaupun masih kepengennya nemplok terus sama ibu. Gak bisa tag team bapak, karena ada kerjaan. Alhamdulillah, ibu lulus juga menghadapi new born yang demam dan rewel. Dapet bonus tangan mati rasa, sampe sekarang masih linu. Tapi yang penting Sega bisa sehat kembali melawan pancingan-pancingan antibodi sehingga bekerja dengan baik.

Sedikit mendengar tentang vaksin yang mengandung Babi atau antivaksin. Sebagai ibu dan bapak baru, aku dan suami hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hati kami. Masalah nanti penyakit akan ada yang terjangkit suatu hari, tapi setidaknya kami sudah berusaha. Mengandung Babikah, haram dll, kami tutup kuping. Insha Allah, Allah juga melihat bagian dari usaha kami menjaga amanah yang Dia berikan.

My sunshine

Jadi buat moms, yang kebetulan mampir di blog aku, dan tidak imunisasi atau tidak melakukan vaksin. Itu sah-sah saja. Karena kembali ke pendapat, kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Mudah-mudahan anakku dan moms semua selalu sehat dan dilindungi Allah SWT. Aamiin.

xoxo,

karin

Leave a Reply

Scroll Up