Lifestyle

TeleCTG Solusi Sehati Mengurangi Angka Kematian Ibu Hamil dan Bayi

December 23, 2019

Pernah kepikiran gak moms, gimana ya ibu-ibu hamil yang ada di daerah-daerah terpencil untuk cek kesehatan ibu dan bayinya? Sedangkan untuk menuju suatu tempat mereka harus menempuh jarak yang tidak dekat, bisa 3-5 kg. Jika dalam kondisi yang darurat, ini menjadi hal yang harus kita tangani bersama-sama.

Pada tanggal 16 Desember 2019 saya diundang ke media briefing mengenai kondisi kesehatan saat ini. Setiap jam ada 2 ibu meninggal saat melahirkan, 7 bayi meninggal sebelum usia 40 hari. Kejadian tersebut sangat bisa dicegah, dengan mengetahui faktor resikonya dengan penanganan yang tepat. Ada sebuah organisasi yang mengeluarkan solusi untuk mengurangi angka kematian tersebut dalam memudahkan layanan kesehatan.

Sehati TeleCTG

Sehati Group merupakan penyedia solusi layanan kesehatan jarak jauh, yang diciptakan, diproduksi dan dijalankan seluruhnya oleh putra-putri Indonesia terbaik di bidangnya; mendukung visi misi pemerintah Indonesia dalam membangun manusia Indonesia yang unggul, sehat dan berkualitas melalui solusi kesehatan maternal Sehati TeleCTG.

Media briefing solusi kesehatan maternal Sehati TeleCTG.

Sehati TeleCTG merupakan layanan kesehatan berbasis inovasi dan teknologi tepat guna, yang secara sinergis memberikan informasi lengkap dan real time mengenai kehamilan kepada para penggunanya. Solusi Sehati TeleCTG terdiri dari aplikasi Ibu Sehati, Bidan Sehati, TeleCTG Sehati, Dashboard Sehati, dan Pusat Konsultasi yang dapat digunakan oleh ibu hamil, bidan, dokter kandungan, maupun pemerintah pusat dan daerah dalam membuat keputusan, kebijakan, dan proyeksi lebih jelas.

Dengan alat portable seperti ini membantu layanan kesehatan untuk menjangkau bidan dan ibu hamil hingga ke pelosok-pelosok daerah. dr. Ari Waluyo, Sp.OG, Co-Founder & Chief Executive Officer Sehati Group mengatakan, Sehati Group lahir dari analisa mereka terhadap kondisi kesehatan saat ini. Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting menjadi prioritas pemerintah. Hal penting yang perlu menjadi perhatian antara lain, pemenuhan nutrisi selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan terlatih yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang mumpuni, serta distribusi layanan kesehatan yang menjangkau hingga pelosok Tanah Air.

Sehingga setiap ibu berhak menjalani kehamilan yang menyenangkan dan menenangkan, sebagai kunci generasi selanjutnya yang lebih berkualitas.

Menurut data, saat ini AKI, AKB dan stunting menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia. Hal ini sangat berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia yang merupakan salah satu kunci kesuksesan suatu negara. Berdasarkan data terakhir, jumlah AKI di Indonesia adalah sebesar 305 jiwa per 100.000 ibu(Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2015), sedangkan AKB sebesar 24 jiwa per 1.000 bayi(Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017). Adapun angka stunting di Indonesia sebesar 30,8%(Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018). Angka ini masih jauh dari batas maksimal stunting yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 20%.

Fokus Sehati Group untuk membantu pemerintah dalam layanan kesehatan di desa-desa tertinggal.

Dr. H. Yusra M.Pd, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) mengatakan, saat ini terdapat 74.954 desa di seluruh Indonesia. Sebagian besar desa berada di dalam wilayah geografis yang sulit, khususnya desa-desa di daerah tertinggal, sehingga upaya penetrasi infrastruktur dan akses layanan kesehatan cukup menantang.

Meski begitu, Kementerian Desa PDTT berupaya untuk mengintervensi AKI, AKB dan stunting bekerja sama dengan pemain industri teleHealth seperti Sehati Group. teleHealth menjadi salah satu strategi dalam mengatasi hambatan geografis dan menjangkau ibu hamil yang berada di desa maupun daerah tertinggal.

TeleCTG terobosan baru oleh Sehati Group.
Rekam denyut jantung dan kontraksi pada aplikasi TeleCTG.

Mariana A. Sailana, S.Tr. Keb., Pengelola KIA Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang mengatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang juga telah menggunakan solusi Sehati TeleCTG di 14 puskesmas sejak Desember 2018. Dengan teknologi Sehati TeleCTG, sebanyak 47 bidan berhasil memeriksa 1.471 ibu hamil, dan mendeteksi 991 ibu hamil berisiko. Kami juga berhasil menurunkan AKI dari sebelumnya 8 jiwa menjadi 5 jiwa. Faktor risiko kehamilan yang umumnya kami deteksi adalah anemia, kehamilan terlalu dekat, serotinus, kurangnya nutrisi ibu dan usia terlalu tua.

Solusi Sehati TeleCTG memiliki beberapa fungsi, yaitu panduan lengkap mingguan kehamilan; deteksi faktor risiko tinggi; perhitungan kontraksi dan tendangan bayi; interpretasi hasil pemeriksaan dan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan; serta penyediaan data realtime yang membantu stakeholder dalam membuat keputusan, kebijakan, dan proyeksi lebih jelas. Selain di dalam negeri, Sehati Group juga memberikan solusi kesehatan maternal untuk backbone jaringan 5G di 4 negara berkembang, yaitu Columbia, Peru, Chili, dan Argentina. Kerja sama dengan Columbia akan dilakukan pada Februari 2020 untuk pemenuhan solusi Sehati TeleCTG di 3.000 desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *