USG 4D : SCREENING FETOMATERNAL

Bener-bener gak berasa, perjalanan ini hampir tiba(ya walaupun masih sekitar 8-10 minggu lagi). Mengandung anak manusia selama 9 bulan dalam rahim penuh cinta. Dengan segala bentuk dramanya. Sungguh, pengalaman seumur hidup yang gak akan pernah dilupain. Bahwa aku akan melahirkan seorang pemimpin(insha Allah) anak laki-laki yang kami panggil dengan nama “Sega”. Lebih sakral dari mendengar kata “sah” penghulu saat ijab kabul.

USG Screening Fetomaternal 4D

Mungkin udah pada tau sama USG 4D real time ya. Awalnya aku pikir gak penting-penting amat, karena kan cuma mau liat muka bayinya aja. Toh si bayi setelah lahir pasti mukanya berubah-ubah. Kadang mirip bapaknya, kadang ibunya, kadang uti atung, nenek kakek atau sipapun yang masih ada keturunan darah suami dan istri. Tapi abis itu aku cari tahu tentang USG 4D, nanya-nanya ke temen-temen yang lebih berpengalaman hamil dan lahiran duluan.

Oh ternyata, USG 4D itu(yang sebenernya enggak semuanya 4D loh ya) mengutip “Fungsi USG 4 dimensi adalah untuk melihat kondisi janin di dalam kandungan, berapa jumlah bayi yang dikandung, apakah organ tubuh janin normal, gerakannya normal, ukurannya normal, dan lain sebagainya. Selain itu, USG ini juga memberikan informasi mengenai air ketuban, plasenta, atau indung telur (ovarium). USG 4 dimensi juga dapat digunakan untuk memperkirakan usia dan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan, walaupun tidak seratus persen akurat.”

Untuk screening feto atau janin kita secara lengkap biasanya di tangani oleh dokter SpOG yang mengambil sub spesialis Fetomaternal. Deteksi kelainan janin juga bisa terlihat disini. Karena foto gambar janin lebih terlihat jelas, tentu menggunakan alat yang lebih canggih. Makanya secara harga, pemeriksaan 4D ini cenderung lebih mahal. Bisa manghabiskan 800rb sampai 1,5jt rupiah. Apalagi kalau dokternya most wanted, udah terkenal bagus. Biaya dokternya sendiri aja bisa mahal.

Apakah semua dokter SpOG bisa USG 4D?

Mungkin aja bisa, karena kalau alatnya memadai ditempat si dokter praktek bisa belajar untuk mengoperasikan alat USG 4D. Tapi mungkin secara diagnosa, tidak sedetail dokter kandungan spesialis fetomaternal(setidaknya yang aku baca-baca dari Google begitu ya ibu-ibu). Kadang di dokter kontrol rutin bulanan aja kita kurang dapet informasi lengkap(pengalaman pribadi nih ya). Jadi ya bisa jadi memang dia mendiagnosa hanya secara general saja, tidak mendetail.

Harus gak sih untuk USG Screening Fetomaternal 4D?

Sebenernya ini diharuskan untuk kehamilan dengan resiko tinggi, misalnya hamil usia belia atau hamil di atas usia 35 tahun. Mengutip:”Kehamilan resiko tinggi adalah kondisi kehamilan yang dapat menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi, baik terhadap kondisi kesehatan si ibu maupun janin yang dikandungnya. Risiko-resiko tersebut dapat terjadi dimasa kehamilan, kelahiran, ataupun pasca kelahiran. Tidak semua golongan resiko tinggi itu dapat diketahui dari awal masa kehamilan, sangat memungkinkan bila yang awalnya adalah kehamilan resiko rendah dalam perjalanannya berubah menjadi beresiko tinggi.”

Inget kan kasusnya alm. Adam Fabhumi? Itu adalah kelainan yang bukan genetik, yang bisa dideteksi dari semenjak di dalam kandungan. Atau ada juga beberapa kasus, yang ternyata baru ketauan setelah bayinya lahir. Menurut aku tergantung kondisi ibu dan anak masing-masing. Sebenernya enggak wajib, selama provider(dokter kandungan) kontrol kita gak merujuk harus Screening 4D. Tapi bagi aku sendiri, karena banyak kekhawatiran dan kecemasan terlebih karena lifestyle yang belum benar secara konsumsi makan. Ditambah keturunan genetik penyakit yang bisa diturunkan ke si jabang bayi, make sure untuk dia dalam keadaan optimal tidak ada cacat atau kelainan apapun.

Aku juga jadi lebih yakin untuk mau Fetomaternal setelah ikut acara bareng Parenting Club sama dr.ย Dr. Dinda Derdameisya, SpOG.ย Disarankan biar ibu juga lebih siap mental, ketika memang ternyata sang bayi diketahui ada kelainan(amit-amit). Lengkapnya bisa baca tulisanku yang ini:ย MITOS ATAU FAKTA SEPUTAR KEHAMILAN.

Semenjak ketemu dan dijelaskan si dokter kalau Sega sehat, optimal dan ternyata memang ada bawaan diabetes dari keluargaku. Terlihat dari hasil diagnosanya kalau dia keberatan 200gr dari berat normal diusianya. Nantinya ketika lahir, aku juga dikasih tau kalau bakal ada cairan di testisnya. Jadi nanti gak usah kaget, karena akan hilang dengan sendirinya. Dengan begitu juga, aku udah disuruh diet gula. Kurangin manis-manis supaya enggak makin besar si bayi, nanti malah kegedean kalau mau lahiran normal. Punya pinggang enggak kaya Kim Kadarshian pula kan, tipis banget kaya triplek. Most of all, jantungnya sehat, gerakannya normal, jarinya lengkap, tidak ada tanda-tanda down syndrome, semuanya normal Alhamdulillah. SELEGA itu!

Jadi kalau memang moms disini merasa ingin Fetomaternal plus bonus liat muka si baby, saran aku sih Feto. Karena bagi diri aku sendiri, jadi nambah semangat buat pengen ketemu. Sehingga motivasi untuk lahiran minim trauma dengan affirmasi yang positif terus terbangun. Bahwa melahirkan secara normal itu tidak sakit, bayanginnya pengen ketemu si bayi aja. Rasa sakitnya nanti dikasih penawar yang udah kita nanti-nanti selama 9 bulan.

Kapan idealnya pemeriksaan Fetomaternal?

Aku pernah baca sih setiap trimester ada disarankan untuk Feto (untuk yang kehamilan resiko tinggi). Tapi karena insha Allah aku dan janin normal dari awal trimester jadi mendingan mulai usia 26-30 minggu untuk USG Fetomaternal. Selain karena secara organ juga sudah hampir sempurna, wajahnya juga udah mulai keliatan bentuknya.

Klinik Kimia No. 5 “Gulardi Centre”

Kalau moms Googling klinik Fetomaternal yang akan muncul pertama adalah klinik Kimia No. 5. Yes, Gulardi Centre itu nama kliniknya. Letaknya persis belakang RSCM Kirana(rumah sakit mata). Tempatnya sih rumahan gitu, parkiran juga gak banyak paling 3 mobil aja. Disana juga enggak terima asuransi apapun, dan cash only gak bisa debit. Pas sampe sana liat tulisan cash only langsung bawa uang lebih, karena takutnya kurang pas bayar repot bulak balik ke ATM. Kalau mau ke ATM harus ke RSCM Kirana dulu. Sekitar 200 meter dari klinik.

Sebelumnya aku telepon dulu untuk daftar dan bikin janji sama dokternya. Aku kesini juga disarankan sama dokter kandungan aku, karena di RSIA Bunda Aliyah tempat aku biasa periksa enggak pernah kebagian. Si dokter cuma terima 3 pasian rujukan. Kebetulan si dokter ini praktek di Gulardi Centre ini. Awalnya aku juga berminat untuk jadi pasien si dokter di RSIA Bunda Aliyah, emang belum jodoh. Baru ketemuannya pas screening Fetomaternal. Karena termasuk yang pasiennya antri juga ini dokter, dan kebetulan aku enggak mau sama dokter laki-laki. Jadi ya si dr. Sri Pudyastuti, SpOG (K) inilah yang diincer. Selain beliau kalau gak salah baca di forum ibu-ibu hamil itu ada namanya dr. Yuditia Purwosunu. Dia juga tekenal banyak pasiennya, sampe rela antri atau ngikutin kemana dia praktek asal kebagian. Dia juga dokter sub spesialis Fetomaternal. Praktek di RS Hermina Bekasi.

Dapet print USG sama apa lagi selain hasil diagnosa?

Pemeriksaan awal enggak langsung 3D atau 4D, dokter bener-bener telusurin pelan-pelan setiap bagian vital dari janin pake USG 2D. Didalam ruangannya aja aku dan suami lama banget, bisa 30 menit sendiri. Ngantri pasien 1 ke pasien selanjutnya juga ngantuk dah hahaha karena aku dan suami ngantri sampe 4 jam. Kebagian nomor antrian 8 dari sekitar 17 apa 20 pasien deh waktu itu. Pas masuk ruangan, super tegang. Kaya takut mendengar hal-hal buruk tentang si cintaku. Apapun keluhan yang aku rasain juga aku bilang semua ke si dokter. Aku ulangi yang sebelumnya aku tanya ke provider bulanan.

Lalu si dokter mulai periksa satu persatu banget, sampe aku dengan PDnya nyelak pertanyaan “lengkap gak dok?” “sehat kan dok?” langsung di tepis “belum buu, sabar pelan-pelan” hahaha. Setiap bagiannya diperiksa berulang kali, dibolak balik dulu lalu ditandain. Semua yang ditandain sama dokter di print dan di masukin juga ke dalam CD. Jadi aku pulang selain dapet foto muka si baby, semua pemeriksaan vitalnya juga dapet baik yang print maupun yang digital.

USG 4D tuh bener-bener untung-untungan sih. Ini aja Sega sehari sebelum USG diajakin ngobrol dulu “nak besok ibu sama bapak mau nengokin Sega, ibu bapak pengen liat muka kamu. Jangan di tutupin ya nak?” nendanglah si anak bayi ceritanya ngerti. Tapi pas hari H, ampe di gubeg-gubeg sama dokter emang anaknya enggak narsis. Susah banget buat nunjukin muka. Yang 4D ada rekamannya di dalem CD, ini mukanya dia berhasil terekam hasil dari miring kiri miring kanan ibunya.

Ini video anak bayi utek-utek awalnya gak mau liatin muka.

Berapa total biayanya?

Aku total Rp. 1.100.000 itu udah semuanya: administrasi, biaya dokter, biaya print. Setiap dokter atau tempat mungkin beda-beda ya. Aku sempet juga ngajak suami, USG 4D yang biayanya cuma 260rb. Tempatnya aku temuin di instagram dan aku juga enggak tau dokternya ngambil sub spesialis atau enggak. Tapi suamiku enggak mau, karena kalau kata iklan kayu putih “Buat anak kok coba-coba” hahaha. Dapet rekomendasi juga dari temenku di RS Premier Bintaro, lebih murah juga cuma 600rban. Cuma itu gak tau jasa dokternya aja kah, atau biaya printnya ajakah. Belum sempet nanya-nanya lagi.

Ini detail biayanya yaa

Gulardi Centre

Jalan Kimia No.5, PegangsaanMenteng, RT.10/RW.1, Pegangsaan, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10320

(021) 31924404

Pastikan mau ketemu sama dokter siapa dan telepon hari sebelumnya. Kalau aku dapetnya seminggu kemudian, tapi tergantung jadwal dokter dan hari libur juga sih. Kebetulan jadwalnya dokter Sri hari Selasa dan, waktu itu selasa ada libur nasional. Makanya aku kedapetan seminggu kemudian. Bukanya cuma dari jam 08.00-15.00 wib. Jadi enggak mungkin ngantri sampe malem-malem kaya kalau kontrol biasa. Suka ada kan tuh sampe jam 10 malem. Untung dokter aku enggak kalong gitu hahaha.

Semoga bermanfaat ya moms, monggo loh aku tuh pengen banget ditanya-tanya hehehe. Oh iya ini juga bisa buat yang lagi program hamil. Untuk pemeriksaan maternal. Aku saranin sih kesini, biar lebih lengkap.

Terima kasih sudah membaca!

xoxo,

karin

8 Comments

  1. Funcey

    September 20, 2018 at 6:03 am

    Hi Mba.. bermanfaat skali postingannya. Trims ya infonya.. berarti slain priksa kmrn ngga diresepin obat dll ya? Punya list dokter yg praktek d sana ngga ya mba? Trims

    1. karinakamil

      September 20, 2018 at 10:43 am

      Hi juga mba, Alhamdulillah kalau bermanfaat… Kemarin aku enggak di resepin apapun, karena kan riwayat pemeriksaan nya enggak sama dokter Sri. Beliau cuma nanya vitamin dll masih ada apa enggak, jadi gak di bekelin apapun lagi karena aku masih ada di rumah.
      Untuk list dokter maafkeun aku gak ada hehehe, aku cuma taunya 2 dokter aja di Gulardi. Selebihnya mba coba telepon aja ke sana supaya lebih jelas lagi.

  2. Ayu

    September 25, 2018 at 4:12 pm

    Mbak aku juga pengen usg 4d tapi kandungan aku baru 20weeks. Nah itu didokter sebelumnya minta rujukan untuk usg 4d atau dengan sendirinya mbak?
    Aku dibunda Aaliyah dengan dokter ale.

    1. karinakamil

      September 25, 2018 at 8:57 pm

      hai ayu
      kalo masih 20weeks boleh aja sih gpp, tapi janinnya belum keliatan jelas kayanya. mendingan tunggu dulu sih saran aku.
      wah sama persis ini, aku juga sama di Bunda Aliyah juga dan dokter Ale. waktu itu dokter Ale bilang enggak usah pake rujukan, tapi kalo mba mau bisa minta aja. di gulardi ok aja kalo gak pake rujukan juga ๐Ÿ˜Š
      semangat ya mba!

  3. aziza

    November 2, 2018 at 11:30 am

    hai mba makasih ya infonya, ๐Ÿ™‚
    mau tanya mba bukannya dr. Sri Pudyastuti, SpOG (K) itu juga praktek di Bunda Aliyah ya? gak bisa ya mba karina waktu itu periksa usg 4d di bunda aliyah dengan dr. sri walopun biasanya kontrol juga di bunda aliyah ya?

    1. karinakamil

      November 3, 2018 at 5:14 am

      Halo mba aziza,
      Maafkan baru sempet bales. Abis nidurin anak eh lupa hehe
      Pasien dr Sri di RS Bunda Aliyah buanyak banget mba, aku pengen kontrol sama beliau aja gak pernah kebagian apalagi feto. Karena feto cuma terima 3 pasien aja beliau di Bunda Aliyah. Makanya aku nyusulin dia ke Gulardi ๐Ÿ™‚

  4. Eva

    December 10, 2018 at 11:31 am

    Hai mbak, makasih infonya…
    Mau tanya dong, mbak kmrn dtg ke kliniknya jam berapa ya? Amannya datang jam berapa ya biar dapat urutan awal?

    1. karinakamil

      December 10, 2018 at 11:40 am

      Sama-sama mba. Kemarin aku dateng sekitar jam 7. Mungkin kalau kurang dari jam segitu, sekitar jam 6-6.30 bisa dapet awal mba ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Scroll Up