Lifestyle

Rapid Test Covid-19 Sekeluarga (Drive Thru)

August 14, 2020

Jadi hari Senin 10 Agustus 2020 gw dan keluarga rencananya bukan rapid test covid dulu tapi mau ke Jakarta Aquarium, pengen ajakin Gala ketemu ikan-ikan secara real. Mereka pun udah buka dengan protokol kesehatan tentunya. Alasan kesana weekdays pun karena pasti lebih sepi dibanding weekend, ditambah Gala tuh gak betah pake masker jadinya rentang banget kalau rame. Itungan rame sekarang bukan desek-desekan tapi lebih ke susah berjarak 1-2 meter sama orang itu udah itungan rame banget kan?

Semua pasti haus liburan, apalagi anak-anak yang belum ngerti apa-apa seusia Gala. Bukan juga gw gak aware dengan kesehatan dia, makanya gw memilih wisata yang aman-aman aja. Gala pun kita siapin buat digendong pake baby carrier karena mencegah dia lari-lari kesana kemari. Tapi sebelumnya kita memutuskan untuk rapid test dulu di rumah sakit yang bisa drive thru. Mikirnya supaya cepet aja.

Mentang-mentang drive thru jangan samain kalo kamu beli makanan fast food ya. Kalo mikir bakalan 30 menit selesai kita sama, tapi nyatanya enggak secepat itu ternyata. Jadi disini gw coba sharing ya gimana proses Rapid Test Covid-19 secara Drive Thru di Rumah Sakit Pondok Indah, gw cabang Puri Indah. Tau kan alasannya? Karena deket ke Jakarta Aquarium.

Tempatnya drive thrunya sebelah mana?

Menurut gw signage nya cukup jelas tanpa harus bertanya pun ketika masuk ke RS nanti akan ada arahan kalau kita akan melakukan test maupun pengambilan. Ini khusus di RSPI Puri Indah ya. Setelah itu nanti akan ada petugas juga yang membantu mengarahkan kalau kita kurang mengerti. Area dilakukan proses test juga tidak sembarangan mobil masuk, jadi akan dengan mudah manage flow nya.

Apa yang dilakukan sebelum test?

Setelah masuk ke area test, petugas akan mengarahkan kita untuk parkir dulu untuk mengisi form. Disana ada beberapa post, post registrasi/pembayaran/pengambilan hasil, post rapid test/immunoassay, post PCR test. Pengisian form ini tentunya karena yang melakukan test ini banyak yang non pasien RSPI supaya pendataannya jelas.

Datanya gw tutup ya, karena takut disalah gunakan.

Sebelum mengisi form kita akan ditanya “Keperluannya untuk apa dilakukan tes? Akan bepergian kah?” Gw pribadi, karena seminggu yang lalu kerja selalu ditengah ramai orang-orang yang emang gak bisa untuk social distancing, kerja dalam team. Akan kesulitan berkomunikasi selama kerja pakai masker, apalagi kalau harus berjarak.

Jadi test ini sebenernya lebih di khususkan ke gw, berhubung suami dan anak di rumah terus. Selain itu jenis test yang gw ambil beda sendiri. Suami dan anak Rapid Test Antibodi sedangkan gw Immunoassay.

Rapid Test Covid-19 dan Immunoassay

Bedanya apa sih rapid test biasa sama immunoassay? Ini gw rangkum berdasarkan informasi yang gw dapet ya. Kalau kurang jelas silahkan google sendiri.

Sebenernya ada 3 metode pemeriksaan yang bisa kita lakukan untuk tau apakah kita terinfeksi atau tidak dengan virus itu, tapi gw coba kutip 2 aja yang gw lakukan. Sumber yang gw ambil dari Urbanasia.com supaya bahasanya juga lebih mudah dicerna.

1. Pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 IgM/IgG (Rapid Test)

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan antibodi IgM & IgG dalam darah yang terbentuk akibat paparan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Jika terpapar, jumlah IgM & IgG di tubuh akan bertambah.

Pemeriksaan ini digunakan untuk melakukan skrinning infeksi COVID-19, sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi COVID-19.

Di Indonesia, pemeriksaan rapid test dilakukan menggunakan serum darah. Dari sampel darah tersebut, bisa memperlihatkan adanya IgM & IgG yang terbentuk dalam tubuh.

Jika ditemukan, maka hasil pemeriksaan dengan metode rapid test akan dinyatakan positif adanya infeksi.

Tingkat Akurasi

Hasil dari tes ini gak bisa digunakan untuk mendiagnosis secara pasti COVID-19.

Hal itu disebabkan IgM dan IgG tidak langsung terbentuk begitu seseorang terinfeksi. Maka jika hasilnya positif, pasien akan dirujuk untuk menjalankan pemeriksaan lanjutan, yaitu uji swab.

Sementara pasien dengan hasil negatif, baiknya mengulang rapid test 7-10 hari kemudian. Karena, dibutuhkan waktu kurang lebih 7 hari hingga antibodi tersebut terbentuk.

Jika seseorang yang baru saja terpapar virus corona kemarin dan besoknya melakukan rapid test, maka besar kemungkinan hasilnya akan negatif.

Biaya : Rp. 150.000 (Harga RSPI, RS lain bisa berbeda)

2. Anti SARS-CoV-2 (Immunology Test)

Pemeriksaan dengan metode immunoassay ini merupakan pemeriksaan antibodi secara kualitatif terhadap infeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Sama seperti rapid test, sampel yang digunakan adalah serum darah. Metode ini juga membutuhkan waktu yang sebentar dengan menggunakan alat otomatis dengan waktu uji kurang dari 5 jam.

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengetahui apakah seseorang telah terinfeksi COVID-19, serta mengetahui apakah tubuh sudah terbentuk antibodi SARS-CoV-2.

Tingkat Akurasi

Metode pemeriksaan immunoassay menawarkan sensitifitas dan spesitivitas yang lebih tinggi terhadap infeksi SARS-CoV-2 dibanding rapid test.

Selain itu, metode immunoassay ini juga didesain untuk pemeriksaan skrining dalam skala besar, dengan biaya yang lebih terjangkau.

Diambil dari berbagai sumber, metode immunoassay ini membaca lebih spesifik antibodi COVID-19.

Biaya: Rp. 250.000 (Harga RSPI, RS lain bisa berbeda)

Terakhir adalah PCR atau Swab, biasanya ini adalah pemeriksaan lanjutan dari tapid test jika sudah dinyatakan positif. Hasilnya butuh beberapa hari tidak seintant rapid & immunoassay. Harganya juga jauh lebih mahan dari semuanya, bisa 15,jt-3jt sekali test.

Semua anggota keluarga mengisi form, termasuk Gala. Setelah itu KTP kita akan dipinjam untuk kebutuhan data RS. Dipikiran gw abis ini udah deh tinggal test, tentu belum hehehe. Kita akan ada dalam antrian, karena yang test ternyata lumayan ramai. Ada sekitar 10 mobil, semua melakukan prosedur yang sama. Petugas memasukan data satu per satu, setelah semuanya lengkap kita akan diminta untuk membayar dimuka.

Total biaya test untuk 2 rapid test dan 1 immunoassay.

Setelah membayar kita harus menunggu lagi sampai tiba giliran pengambilan serum darah di pos selanjutnya. Kira-kira nunggu 1 – 1,5 jam sebelum akhirnya di ambil darah.

Tiba giliran diambil darah. Sebenernya untuk hasil rapid ini dalam waktu beberapa menit udah ada, tapi supaya tertib ditunggu hingga 1 jam dan harus diambil langsung ke sini lagi.

Bapa rapid test.
Gala rapid test dan gak nangis, jagoan anak ibu!

Berhubung pemeriksaan gw immunoassay dan pengambilan darahnya lebih banyak dari yang lain jadi gw milih buat turun dari mobil aja. Supaya memudahkan petugas kesehatan juga.

Sebenernya semua pemeriksaan test covid drive thru ini ada dalam bentuk video, tapi mari ramaikan adsense gw dulu hahahaha

Hasil yang gw itu dikirim lewat Whatsapp juga lewat fisik juga. Jadi kalau immunoassay itu kita bakal dikasih surat kuasa untuk penyerahan hasilnya mau lewat apa, pilihannya ada: email, whats app, atau diambil langsung. Gw lupa apa ada pilihan dikirim surat ke rumah, tapi yang jelas 3 pilihan tadi.

Hasil pemeriksaan yang dikirim lewat WA.

Alhamdulullilah hasil yang gw non reaktif, itu yang paling penting karena yang paling akurat dan gw takut bawa virus ke anak dan suami. Hasil rapid test suami dan Gala juga sama tapi ada catatan khusus. Gw harus test lagi 7 hari kemudian, sedangkan suami dan anak 7-10 hari kemudian dari surat hasil pemeriksaannya.

Hasil bapa dan Gala sama persis kaya gini. Bedanya sama ibu cuma suggestionnya.

Terus gimana ke Jakarta Aquariumnya? Enggak jadi dong, karena selesai test kita sore. Padahal kita berangkat sekitar jam 9-10 pagi hehehe. Ya emang belum boleh kemana-mana dulu kali ya, liat aquariumnya disuruh virtual dulu. Next time kita atur lagi ya, Gal! Hadiah ulang taun ke 2.

Jadi kesimpulannya drive thru test covid gak sekilat drive thru jajan es krim McD ya teman-teman! Tetep harus sabar anti karena yang di tes kan gak cuma kita.

Kalau ada yang kurang jelas dan mau tanya, silahkan tulis di komen ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *